Jumawa

dia, dalam hangat dan bijaknya, yang kadang tak dapat dimengerti…
dia, dalam tahun hidupnya yang semakin berlalu

masih terkenang saat kado indahnya dia berikan,
begitu manis…

dia yang tersenyum seiring kata kata pedas yang tak surut
selalu menghias cahaya, ya, dia memang raja kegelapan
kegelapan yang selalu nyaman… untuk mereka yang jemu silau
untukku

Iklan

click to enlarge
Click to enlarge

kodok itu~~~

Tanggal 20 februari kemarin akuw ulang tahun. Seperti biasa, orang-orang tertentu mengucapkan selamat ulang tahun dan memberikan hadiah (walau sebenarnya hanya sangat sedikit yang melakukan ini, hiks…).

Kado yang paling berkesan buat akuw adalah sebagai berikut

“Hantu itu nyata. Hantu itu riil. Hantu itu ada.”
Pernyataan itu dianggap non sense oleh Ipunk. A, mahasiswa teknik elektro berusia 20 tahun. Bagi dia, itu cuma takhayul dari orang-orang tua untuk menakuti anak-anak kecil yang tak mempan dinasehati. Jadi, yang namanya hantu itu tidak ada. Habis perkara. Sudah mati, ya sudah. Gak mungkin balik ke dunia. Sekarang saja sudah penuh sesak, padahal isinya manusia hidup, apalagi kalau yang mati balik. Mau jadi apa dunia kalau ditambah lagi penghuninya. Hidup KB ! Hidup aborsi ! Hidup kawin sesama jenis ! Musnahkan turunan-turunan nista ! Yeah !
Ah, mulai lagi. Ipunk menggebu-gebu lagi. Seperti biasa kalau dia sedang barkhayal(atau melamun, atau entah apa namanya, yang dia bilang berfilsafat) sambil nongkrong dengan indahnya di toilet.
Baru saja dia meraih gayung untuk membersihkan diri, terdengar suara ‘brzzzzzztt’ dari luar, tiga kali, kemudian lampu mati.
“Fuwh,” Ipunk menghela nafas. Dia membershkan diri sambil bergelap-geapan. Andalkan insting saja untuk mencari tempat sabun. Lalu keluar dari kamar mandi menuju kamarnya, namun di koridor dia berhenti sejenak. Bulu kuduknya meremang. “Ah, memangnya aku kucing ?” pikirnya. Dia buang jauh-jauh perasaan khawatir yang menurutnya tak perlu. “Ingat, nonsense… nonsense…” bisiknya menenangkan diri sendiri meskipun tidak kunjung tenang juga. Penasaran, dia membalikkan badan dan memandang ke ujung koridor.
Tepat didepan pintu kamar mandi, dibawah lampu neon gantung yang berkedip-kedip, sesosok tubuh pucat berselubung kain bergerak pelan mendekati Ipunk, samar-samar kemudian menghilang.
Ipunk hanya bisa terpaku, matanya membelalak tak percaya di ujung koridor lainnya.
selamat membaca lanjutan cerpen ini

Saya punya sebuah komunitas beranggotakan 4 orang berlabel Nightmare yang hobi wisata kuliner makanan murah keliling Semarang.

Kebetulan saya dekat sekali dengan ketiga anggota lainnya dan kamar kost kumuh saya dijadikan kantor pusat untuk transit seblum jalan-jalan kemana-mana.

Nah, salah satu personilnya, Avee (yang asli pacar saya) itu sering PP sekolah bareng saya. Dia sering nebeng bobo siang di kost saya sementara saya cuci baju. Layaklah orang-orang yang kost disekitar saya sering liat tampangnya. Beberapa menit setelah Avee pulang, Andrew datang dan memaksa mengajak saya jalan-jalan. Dia dan Cioo-nya selalu jadi pengunjung kos yang pulang paling akhir

Sementara kalo jalan-jalan minggu pagi, saya hampir selalu mbonceng Kira karena saya ndak bisa naik motor sendiri Avee jarang ikut jalan pagi-pagi jadinya ya saya mbonceng Kira gitu.

Segalanya berlangsung bahagia sampai suatu hari ada banyak oknum yang nanya sama saya, “Mir, pacarmu tu yang mana ?” dan langsung saya njawab, “yang naik megapro mbak. Biasanya jemput saya sekolah”

Saya kira interview selesai saat itu juga berhubung saya sudah njawab, ternyata ndak. Hari berikutnya dan berikutnya masih ada saja yang nanya hal yang senada sama saya. cKcKcK.

Malah, makin lama dijelaske lama-lama makin nambah ngawur. “Yang Kira itu selingkuhan mbak ?” “Andrew tu pacar kedua ?” “Mbak dijodohkan sama Avee ?” “Mbak bobo sama kucing ?”

Ealah . . . memang Indonesia ini negara liberal demokrasi. Boleh berpendapat apa saja. Namun mbok ya kira-kira. Apa ndak pada tahu kalo saya suka mbacok bayi orang kalau lagi jengkel punya batas kesabaran buat digosipkan. . .

Ketularan jiwa gosip, saya jadi mikir jangan-jangan kalo mbak saya yang biasanya lupa kalo saya masi idup berkunjung, pada nggosip. “Wah, itu pasti istri orang mau ngelabrak”

Jadi apa saya salah kalo suuzon sama mereka. Lha mereka yang ngajari je

Kesimpulan : kos-kosan sering jadi tempat terampuh buat mengajarkan dan menanamkan basic bergosip yang kuat. Kalau nggak suka nggosip dan nggak kuat digosipi, sebaiknya ndak usah ngekos.Nggak semua personnil Nightmare itu pacar saya…

yang ditulis bulan lalu

jadwal rilis

September 2017
S S R K J S M
« Jan    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930